Rabu, 20 Agustus 2014

Download Video xxx Porn Bokep Bugil Smp

Download Video xxx Porn Bokep Bugil Smp Ngentot Anak perawan Tante nakal Cerita Lucah melayu porno melayu, kisah Lucah memek perawan

Klik Link

Melayu Bogel - Cite Lucah | Foto Bugil | Download Video Xxx Porn Bokep

Selasa, 29 Juli 2014

Nafsu Gara - Gara Hujan Mendadak (Cerita Dewasa)



Cerita Hot Nafsu Gara - Gara Hujan Mendadak

Pada suatu sore, andi sedang online dengan menggunakan komputer kesayangan andi, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pagar rumah andi dan mengucapkan salam, ternyata pak widodo tetangga andi, dia meminta tolong instalin ulang OS laptopnya sama andi yang notabenenya dewa IT di lingkungan andi. Tanpa banyak omong, andi pergi kerumah dia. Dirumahnya sedang ada 2 orang anaknya yaitu rama dan Santi, rama sedang bermain PS dikamarnya dan sheila menonton televisi diruang keluarga, rama adalah ade kelas andi disekolah, tapi andi kurang akrab dengannya.

Sedangkan Santi dalam cerita dewasa ini adalah anak bungsu pak widodo, dia masih SMP tapi perawakannya ngga kalah dengan teman teman satu angkatan andi. Dari dulu dia selalu jadi target bayangan andi dikamar mandi. Setelah 2 jam andi install ulang laptop pak widodo, sekaligus memasukkan program-program penting yang akan dia gunakan. Selama 2 jam itu pula lah andi mesti nahan sange diruang keluarga pak widodo karena ngeliat Santi duduk di sofa dengan kaki terangkat ke meja dan hanya mengenakan hotpants dan tanktop yang super cantik.

Mungkin karena bosan menonton televisi, Santi pindah duduk ke sofa didepan andi, dia mulai ngajak ngobrol andi. “masih lama ya mas?” “ngga kok dikit lagi, tinggal install winamp doang.” andi membalas. “oohh, soalnya sheila mau make laptopnya, ada tugas sekolah yang mesti dikerjain.” “lah, malem minggu masih aja ngerjain tugas sekolah, jalan-jalan dong shel, emang cowonya sheila kemana ngga ngajak jalan?” andi nyoba bercandain dia. “ah andi ga punya cowo mas, baru putus. Makanya males kemana mana.” sheila menjawab. “masa sih? Biasanya pada ngantri, hahaha, yaudah andi selesaiin dulu ya!” Lalu andi pun kembali berkonsentrasi pada laptop pak widodo.

Akhirnya setengah jam kemudian selesai juga, dan andi persilahkan Santi buat make laptop itu, sedangkan andi diajak makan oleh pak widodo. Setelah makan andi ngobrol-ngobrol­ dengan pak widodo, ternyata malam itu dia akan berangkat dinas ke luar kota, sedangkan istrinya sedang rapat perusahaan di bogor, sehingga harus menginap di rumah orang tuanya. andi pun Cuma cengar-cengir aja denger cerita dewasa dia soal pusingnya mikirin proyek. Ngga beberapa lama setelah itu sheila masuk ke ruang makan. “mas, itu kok internetnya ngga bisa nyala?” “hah? Masa? Coba sini andi liat.” andi pun segera menuju ke ruang keluarga.

“yah ini sih emang koneksinya aja lagi down, namanya juga modem CDMA.” andi menerangkan kepada Santi. “yaahh, terus gimana dong mas, andi besok mau jalan, mesti ngerjain tugasnya sekarang.” “hmmm, gimana ya? Kalo gini sih paling lo kerjain di warnet, atau kalo mau dirumah andi.” “yaudah andi kerumah lo deh mas.” Santi pun menghampiri ayahnya buat minta izin kerumah andi. Dengan santai pak widodo mengizinkan putri kerumah andi. Maklumlah pak widodo dan andi udah sangat dekat, dia percaya sama andi.

Lalu andi dan Santi pun langsung menuju rumah andi yang hanya beberapa meter dari rumah pak widodo. Malam ini rumah andi sepi, soalnya semuanya lagi pada ke luar kota buat mengikuti acara nikahan paman andi, Santi andi ajak masuk kamar andi, soalnya komputer andi ada di kamar andi. Disaat Santi mengerjakan tugasnya, andi tiduran di kasur double bed andi sambil membaca beberapa buku cerita dewasa. Setengah mampus nahan ngelihat perawakan sheila didepan andi. Dia tetep pake hotpants tapi sekarang pake sebuah baju bali yang longgar dilapisi hoddie berzipper yang ngga dikancingin. Satu setengah jam andi nungguin dia ngerjain tugasnya sambil dengerin lagu dari ipod. Setelah selesai, andi ajak dia makan.

“San, lo belom makan kan? Makan dulu yuk!” “ngga ah mas, masih kenyang andi. Eh iya, andi boleh nginep disini ngga?” “ah gila lo, ntar om wido ngomelin andi lagi.” Padahal sebenarnya andi makin seneng denger omongan dia. “ngga apa-apa mas, males andi dirumah, Cuma ada bang rama sama si mbak, ayah paling udah jalan dinas. bete andi!” “yaudah tapi ngga apa-apa kan?” andi memastikan daripada kena semprot pak widodo. “iya mas ngga apa-apa, emm, ngapain kek mas biar asik nih, bosen andi.”

andi pun duduk di depan komputer, awalnya andi mau nyalain MP3 andi, tapi tiba-tiba terbersit niat kotor andi akibat dari tadi membaca buku cerita dewasa, akhirnya andi buka koleksi film andi. “mas apaan tuh? Wah gila lo malah nonton begituan.” Santi protes ke andi. “lah kan kata lo tadi mau yang seru, ini seru banget malah, yaudah deh kalo ngga mau andi matiin.” “yah jangan dulu mas, pengen liat andi, penasaran.” Lima menit nonton film itu, muka Santi semakin mirip dengan pemeran wanitanya, terlihat dia dari mukanya. andi pun terus memandangi dia mencari momentum yang tepat dan ngga beberapa lama dia menaikan kaki ke bangku dan melipatnya didepan dadanya.

Secara tiba tiba terlihat cahaya kilat dan diikuti suara menggelegar dari luar. Ternyata malam itu akan turun hujan yang lebat. Dan secara tiba tiba, santi juga langsung bangkit dan mendekati andi sambil bilang, "mas, kayanya mo turun hujan nih, Santi pulang dulu ya.. Tadi sore Santi nyuci sepatu lupa belum di angkat" tanpa menunggu jawaban dari andi, Santi langsung berlari keluar karena hujan sudah mulai turun. dan selang beberapa menit hujan mulai lebat dan andi pun cuman bisa nyengir. Yah, gara gara hujan mendadak..!!

Tanteku Berselingkuh Di Kapal (Cerita Dewasa)




Ini adalah pengalaman yang diceritakan oleh tanteku bernama Anita dimana dia pernah melakukan perselingkuhan dengan seorang pelaut. Meski semua itu hanya sekejap, namun, tante Anita agaknya sangat menikmatinya dan masih selalu terbayang dengan apa yang pernah dia lakukan beberapa waktu lalu.

Anita adalah adalah sepupu Ibuku, pada usia 24 tahun gadis yang masih terlihat polos ini dilamar dan dinikahkan dengan Ronald, seorang sarjana ekonomi yang pada waktu itu sudah berdinas sebagai Staf Muda kantor pajak di salah satu kota di Kalimantan. Setelah menikah Anita dibawa untuk tinggal di sana dan bersama mereka tinggal juga Ibu mertua Anita.

Setahun setelah menikah, Ronald mengajak istri dan Ibunya untuk berlebaran di kampungnya di Jawa. Mereka mengambil transportasi lewat laut yang lebih murah karena dititipi untuk membawa barang-barang berupa perabot meubel pesanan seorang atasan Ronald di Jawa. Dari sinilah awal Cerita Dewasa ini dimulai dimana Waktu itu belum ada kapal penumpang Pelni yang bagus sehingga terpaksa menumpang sebuah kapal barang. Kebetulan saat menjelang Lebaran itu penumpang di semua angkutan memang penuh. Di kapal yang ditumpangi Anita pun semua cabin awak kapal sudah habis disewakan sehingga keluarga Anita tidak kebagian kamar lagi dan terpaksa menggelar tikar di salah satu geladak kapal, itu pun kebagian geladak sebelah luar yang ditutupi terpal.

Cerita Dewasa - Perselingkuhan Tanteku


Karena suasananya berangin dingin tidak menyenangkan, sesaat kapal bertolak, Anita yang berpembawaan berani tanpa memberitahu keluarganya diam-diam menghadap sendiri kepada Kapten kapal menanyakan kemungkinan ada kamar lagi untuk mereka. Oleh Kapten dia diminta menanyakan sendiri pada Antok, Perwira Satu yang mengatur masalah penumpang. Pergi menemui Antok di kamar kerjanya Anita baru di jumpa pertama sudah sempat tertegun melihat ketampanan laki-laki yang simpatik ini, tapi di situ meskipun sudah merengek-rengek ternyata memang tidak ada kamar lagi. Dalam pada itu Antok yang juga sekali melihat sudah langsung tergiur dengan kecantikan dan kemulusan Anita, mencoba iseng menggoda karena dinilainya perempuan muda ini jinak dan mudah didekati. Waktu itu Anita sedang merayu untuk diperbolehkan dia dan Ibu mertuanya menggunakan kamar kerja Antok.

"Waduh gimana ya Nit, nanti Mas nggak punya tempat kerja lagi. Tapi.. hmm.. bisa juga sih, asal nanti Anita sendiri tidurnya di kamar sebelah situ, gimana, bisa kan?" kata Antok yang sebetulnya juga sudah kasihan akan memberi cuma saja disertai iseng-iseng merayu sambil menunjuk kamar tidurnya di sebelah.
"Lho itu kan kamar tidur Mas, lalu Mas sendiri tidurnya di mana?"
"Ya sama di situ juga."
"Ihhik.. berdua di situ sih malah bukannya tidur Mas.. Lagipula Ibu Anita nanti mau di kemanain?" jawab Anita tertawa malu-malu genit.
"Kan bisa aja, mula-mula berdua Ibu di sini tapi kalau Ibu sudah tidur kamunya pindah ke kamar Mas," kata Antok semakin berani berlanjut.
"Wihh.. itu sih nekat Mass.. nanti ketauan Ibu malah rame nggak karuan," Anita tertawa geli sambil memukul canda pangkal lengan Antok yang mulai merapat kepadanya.

Keduanya ketika itu berbicara sambil berdiri berhadapan dan dengan Antok inilah Cerita Dewasa Perselingkuhan Tanteku dilakukan.
"Kalau cuma bikin supaya nggak ketauan sih gampang, yang penting maunya dulu, nanti diaturnya belakangan."
"Ah Mas sih guyon aja, nanti udah gitu tapi tau-taunya harga sewanya dimahalin juga?"
"Ini bener-bener serius, pokoknya kalau mau malah bisa Mas kasih gratis," kejar lagi Antok tapi sudah mulai menarik Anita merapat padanya.
Antok 30 tahun, laki-laki playboy peranakan Menado-Jawa ini memang pintar memanfaatkan ketampanannya untuk menaklukkan wanita. Yakin bahwa Anita bisa ditaklukkan, dia makin berani apalagi dilihatnya ada kesempatan terbuka. Begitu rapat dia pun mulai merangkul pundak Anita.
"Tapii.. gimana caranya Mass.." terdengar nada Anita bimbang tergiur tawaran Antok.
"Pokoknya tenang aja.. Bilang mau dulu nanti Mas yang jamin pasti aman.."

Kali ini bujukan Antok sudah diikuti aksinya. Anita yang masih menunduk malu-malu diangkat dagunya untuk diajak bertatap mesra. Dan ketika Anita masih terdiam ragu, Antok sudah menunduk dan memberinya satu ciuman dalam menempel di bibirnya. Anita sempat gelagapan, tapi ajakan berciuman laki-laki berwajah tampan simpatik ini cepat saja memukaunya dan melambungkannya dalam asyik. Sehingga dia jadi terikut membalas melumat, saling bergelut lidah bertukar ludah. Yang begini jelas tambah memperlemah Anita karena tiba-tiba tubuhnya terasa melayang dipondong Antok dibawa berpindah ke kamar tidur sebelah. Tentu saja Anita kaget, meronta-ronta untuk lepas tapi bibirnya disumbat ketat oleh bibir Antok dan baru dilepas ketika tubuhnya sudah dibaringkan di atas tempat tidur.

"Aduhh nggak Mas, aku nggak mau..! ja.. jangan Mass, jangan sekarang..!" panik dia ingin ke luar dari kepungan Antok tapi cepat dibujuk Antok.
Anita memang sudah mulai terbujuk Antok tapi suasananya dianggap tidak cocok saat itu.
"Sstt, sst tenang aja.. Mas juga nggak ngajakin sekarang kok..?"
"Tapi ngapain aku dibawa ke sini!?"
"Mas cuma mau buktiin lewat ciuman tapi kuatir di sebelah situ ada yang mergokin kita, kalau di sini kan aman. Tenang aja, percaya sama Mas deh."

Anita terbujuk lagi dan agak tenang, dia pun segera menerima lagi rayuan Antok. Kembali dia melambung dalam asyiknya berciuman, di sini Antok semakin menjadi-jadi. Tangan pelaut senior ini cepat saja menyusup lewat bawah rok Anita. Lagi-lagi Anita kaget ingin lepas tapi posisinya sudah dibuat terkunci lebih dulu oleh Antok.

Semakin keras Anita berusaha, semakin ketat tekanan Antok dan semakin gencar terasa rangsangan Antok di kemaluannya.Anita dari semula ingin berontak lepas, sekarang malah pasrah kepada Antok. Ini dibuktikan ketika Antok mengendorkan cekalan tangannya, Anita ternyata tidak ribut ingin lepas malah terdiam hanyut dengan mata terpejam menikmati asyik peristiwa itu.

Ini di luar dugaan Antok dan dia juga sadar sekarang bukan waktu yang tepat untuk melakukannya tapi untuk langsung berhenti Antok tidak tega sebab dilihatnya Anita sudah terlalu hanyut. "Hhghh ssh.." betul juga, mengerang pelan terdengar suara Anita meskipun tidak kentara tapi Antok tahu bahwa Anita mulai menikmatinya. Antok pun akhirnya mulai berhenti.

 "Tuu kaan, percaya kalau Mas nggak mau jahat sama Anita. Ini cuma sekedar supaya lebih kenal deket, soalnya cewek cantik kayak Anita gini bikin Mas langsung gemes pengen cium sambil diremes-remes. Ayo, rapiin dulu bajunya habis itu bisa ajak Ibunya ke sini," kata Antok dalam gaya merayu lembut simpatik untuk tetap mengambil hati Anita.

Caranya seperti sudah yakin bahwa Anita pasti akan menyetujui tawarannya tapi memang Anita juga seperti tersihir dengan undangan itu. Dia hanya sempat ragu-ragu waktu berjalan menemui keluarganya, cuma saja di situ dia justru mengikuti apa yang ditawarkan Antok untuk mengajak Ibu mertuanya menginap di kamar kerja Antok. Tentu saja Ibu senang dengan kebaikkan Antok, padahal Anita sendiri setelah itu berdebaran jantungnya menunggu pengalaman baru yang akan dialaminya malam nanti.

Kapal keluar mengarungi lautan, siang itu sudah langsung diterpa ombak membuat para penumpang mulai pening. Lewat makan malam sebagian besar sudah menggeletak lunglai termasuk Ibu dan Anita. Melihat itu Antok memberi pil anti mabuk pada Ibu, tapi ketika Anita juga minta, dia membisiki bahwa itu sebenarnya obat tidur dan Anita dicegah untuk ikut meminumnya.

Betul juga menjelang tengah malam ibunya sudah terkulai pulas di sebelahnya dan ketika itu Antok yang sedari tadi kalau ke luar masuk lewat pintu tersendiri dari kamar tidurnya, kali ini pura-pura masuk dari pintu kamar kerja. Meyakinkan dulu bahwa Ibu benar-benar sudah pulas, dia menarik lengan Anita mengajaknya ke kamar sebelah. Anita yang sudah terkesan dengan kejadian siang tadi sudah tidak ragu-ragu untuk bergerak bangun mengikuti ajakan Antok ke kamar tidurnya. Baru saja masuk sudah langsung diangkat Antok dibaringkan di tempat tidur.

"Tapi Mass.. aku masih takut kalau ketauan.." bisik Anita menguatirkan perasaannya.
"Nggak usah kuatir.. Ibumu nggak akan bangun sampai besok pagi. Sini Mas yang bantu bukain bajunya ya..?" hibur Antok sambil menawarkan bantuannya tapi diambil alih sendiri oleh Anita.

Antok menutup sebentar gordyn tempat tidur yang umumnya terpasang khusus pada tempat tidur kapal, dia sendiri katanya akan ke kamar mandi dulu. Suasana ruangan remang-remang dengan hanya lampu meja menyala, di tempat tidur lebih gelap lagi terhalang oleh gordyn. Tidak lama Antok kembali hanya mengenakan sarung saja ketika naik menyusul Anita yang rupanya betul-betul patuh dan tanpa mengenakan apapun dibadannya.

Meskipun samar-samar tapi cukup jelas terpandang tubuh padat Anita, sudah langsung melonjakkan gairah Antok namun begitu dia tetap menjaga kelembutannya agar tidak berkesan kasar pada perkenalan pertama ini. Dipikir-pikir nekat juga Anita sudah langsung pasrah dengan laki-laki yang baru pertama dikenalnya ini, tapi ketampanan yang memikat serta kepintaran Antok merayu betul-betul sudah menaklukan hati Anita.

Siang tadi keasyikan yang dialaminya sudah begitu membuatnya terkesan, sekarang berulang lagi ketika kedua bibir mulai bertemu kembali membuatnya cepat jatuh karena dia memang sengaja menuju ke situ. Beda dengan tadi, Antok tidak lagi perlu keras terburu nafsu sebab Anita didapatinya sudah lebih dulu pasrah, lembut saja tapi cukup mengipasi bara birahi Anita terbakar menyala.

"Kita bikinnya pelan-pelan aja ya? Jaga suara supaya nggak didenger Ibumu.." begitu pesan Antok yang sekaligus membuktikan pada Anita bahwa sebenarnya laki-laki ini kalem dan bukan type kasar. Ini makin menenangkan Anita dan dalam tempo sekejap dia sudah terlupa pada suaminya yang sedang meringkuk kedinginan dan pening, tidur beralaskan tikar di lantai besi di geladak yang berangin kencang, sebab dia sendiri di atas kasur empuk sedang dipeluk hangat seorang lelaki tampan yang membuainya.

Malam itu, Ombak memang terlihat lumayan besar dan sesekali menerpa kapal. Terdengar dari kamar ibunya, sebuah gelas jatuh dan membuat bunyi yang lumayan keras. Hal ini membuat Ibunya Anita terbagun.Dari kamar sebelah, terdengar suara Ibu Anita memanggil manggil dan sontak saja anita kebingungan. Dengan cepat cepat dia mengenakan pakaiannya lagi dan berusaha untuk kembali ke kamarnya. Dilain sisi, Antok sendiri juga terheran karena dia sangat yakin dengan apa yang telah diberikannya kepada Ibunya Anita.

"Lho mas, koq Ibu bangun.." Aku balik ke kamar dulu.."

Kelanjutan malam itu meskipun Antok masih belum puas mengerjai Anita, tapi dia tidak memaksa ketika Anita karena perasaan takutnya berkeras untuk kembali tidur bersama Ibu mertuanya. Tapi cara Antok yang pintar mengambil hati begini justru menarik simpati Anita.

Masih beberapa jam menjelang tiba, semua penumpang sudah sibuk mengemasi barang-barangnya. Waktu itu di kamar kerja Antok, suami dan Ibu mertua Anita juga sibuk mengemasi perlengkapan mereka sementara Anita sendiri sedang ke luar mandi. Anita selesai mandi dan berjalan kembali ke kamar kerja Antok, rupanya sudah ditunggu Antok di balik pintu kamar tidurnya. Begitu akan melintas di situ tiba-tiba pintu terbuka dan Antok langsung menangkap lengan Anita menariknya masuk ke kamar tidur itu. Karuan saja Anita kaget dan memberi isyarat bahwa keluarganya sedang berkumpul di sebelah. Tapi Antok berkeras sehingga meskipun serba salah terpaksa dituruti juga oleh Anita, apalagi di tikungan gang terdengar langkah kaki orang, Anita takut kalau terlihat bahwa dia sedang bertarik-tarikan dengan Antok di depan pintu.

Cepat dia meloncat masuk dan secepat itu juga buru-buru melewati celah pintu penghubung kamar sebelah yang terkuak. Pintu itu memang cuma bisa ditutup setengah dikaitkan dengan tali karena sudah rusak, tapi masih ada penghalang gordyn sehingga tidak terlihat keadaan di sini dari kamar kerja sebelah. Langsung mengambil tempat terlindung di arah ujung tempat tidur, Anita berdiri dengan jantung berdebaran sementara Antok membalik kaset menyetel musik untuk menunjukkan pada orang sebelah bahwa dia masih ada di kamar sekaligus untuk meredam suara kehadiran Anita.

"Iddihh Mas nekat ahh.. kalau ketauan aku di sini gawat nantinya.. Ehh, adduh! mau ngapain lagi Mass.. Sebentar lagi mau nyampe aku pasti ditungguin sekarang ini..!?"

Dan benar saja, karena bunyi sirine telah menunjukkan bahwa kapal telah berlabuh. Anitapun berpamitan kepada Antok dan berjanji akan menemuinya jika ada waktu.

"Kalau udah di rumah nanti jangan lupa sama Mas Antok, ya Nit..?"
"He ehh.. aku nggak bakalan lupa sama Mas, abisnya pinter maennya. Tapi jangan-jangan Mas sendiri yang lupa sama Anita?"
"Oo nggak, Mas pasti keinget terus sama Bu Ronald yang cantik ini.."
"Mas Antok emang pinter ngerayunya, apalagi mesti asik lainnya.." balas Anita tersenyum geli.
"Bu Ronald suka ya? tapi jangan bilang-bilang Pak Ronald ya?" kata Antok.

Keduanya mulai berpamitan dan berjanji untuk bertemu setelah sepulang dari Jawa. Kapal merapat dan penumpang turun, Antok dari anjungan atas hanya mengantar perpisahan ini dengan senyum manis dan kekecewaan yang disembunyikannya disambut Anita yang membalas dengan juga tersenyum malu-malu geli dan tetap penasaran dengan kegagahan Antok yang gagal ditunjukkannya..

Ketahuan Bercinta Dengan Perempuan Lain (Cerita Dewasa)

Kali ini saya ingin memberikan kepada anda sebuah cerita dengan tema seks, mungkin ada diantara yang sangat gemar membaca cerita-cerita yang berbau seks. Maka dari itu kami ingin memberikan sedikit cerita ini, barang kali saja cerita yang akan kami berikan ini dapat menghibur anda.


Cerita Dewasa Ketahuan Bercinta Dengan Perempuan Lain

Hubungan kami berjalan mulus dan baik-baik saja hingga saat itu terjadi. Ketika itu, dia memberikan kabar pada saya bahwa ia akan pindah kosan dan tidak bisa menemui saya.  Ya, Salim memang anak kosan. Sama sekali tidak menaruh curiga pada perkataannya di telepon pada saat itu, namun entah kenapa perasaan saya tiba-tiba tidak enak. Ada “bisikan” kecil yang menyuruh saya untuk mengunjungi Salim di kosannya.

Akhirnya, dengan mengendarai motor, saya melaju menuju kosannya. Begitu tiba, saya mendapati pintu kamarnya digerendel dari luar. Namun, saya melihat jendelanya terbuka. Lagi-lagi tanpa curiga, saya pun memasukkan tangan melalui jendela dan menyibakkan gorden kamarnya.

Gorden pun seperti ditahan. Tidak lama, kepala Salim muncul di jendela. Dengan sekuat tenaga, saya kibas gorden hingga akhirnya saya mendapatkan pemandangan yang membuat saya terasa seperti dikubur hidup-hidup, sesak, marah, dan ingin berontak. Saya melihat pacar saya dalam keadaan tanpa busana dan seorang perempuan yang tengah berbaring juga dalam keadaan tanpa busana di ranjangngya. Di tempat yang sama ketika kami berbagi kasih dulu, kini di depan mata saya ada perempuan lain terlentang tanpa sehelai benangpun.

Dengan suara keras, saya memaksanya untuk membuka pintu. Tidak bisa ditahan lagi, semua kata-kata kotor dan mengungkit masa lalu, begitu saja terlontar dari mulut saya. Sambil mengeluarkan makian, saya menyaksikan mereka mengenakan pakaian setelah bercumbu. Sakit dan marah jadi satu menguasai saya. Sempat keluar pembelaan dari mulut Salim pada saat itu, tapi kemudian mental karena kejadian ini memang bentuk pengkhianatannya pada cinta kami.

Helm yang saya pegang pun akhirnya melayang ke kepalanya. Walaupun telah memukulnya dengan helm di tangan, rasanya sakitnya tidak bisa mengalahkan rasa sakit dan sesak yang saya rasakan. Saya puas melampiaskan amarah pada mereka tanpa ada perlawanan. Ya, mereka pasrah dan menerima semua kemarahan saya.

Semua seolah sudah Salim rencanakan dengan rapi, dengan alasan pindah kos, menggerendel pintu dari luar, kemudian puas melampiaskan nafsu dengan perempuan lain. Tapi, ternyata insting perempuan yang kuat mendorong saya menghampirinya hingga akhirnya terbukalah kebusukannya. Hubungan kami yang baru berusia 7 bulan pun berakhir dengan menyakitkan malam itu. Dengan langkah gontai, saya meninggalkan mereka yang masih diam terpaku. Syok dengan pemandangan yang saya saksikan, konsentrasi saya buyar hingga kecelakaan pun tak bisa dihindari. Saya terjatuh dari motor usai peristiwa itu.

Gadis SMA Berjilbab Dengan Pembantunya (Cerita Dewasa)

Panggil saja aku Dewi, tentu bukan nama sesungguhnya. Aku salah seorang siswi SMA di salah satu sekolah islam ternama di Semarang. Perawakanku sedang-sedang saja, dengan tinggi 160cm dan berat 40kg. Aku terbiasa memakai jilbab sejak SMP, bukan karena aturan di sekolah, tapi orang tuaku sudah memberi contoh padaku sejak kecil kalau memakai jilbab bagi wanita adalah suatu kewajiban. Ibuku sering mengisi pengajian di berbagai daerah. Kalau hari jum'at beliau mengisi pengajian untuk ibu-ibu komplek, jum'at lalu acara diadakan di rumah, dan jum'at ini berarti giliran di rumahnya Bu Anisa yang letaknya di ujung komplek.

Sedangkan ayahku tak jauh beda dengan ibuku, selain sebagai pengusaha, beliau juga mempunyai jadwal tersendiri untuk mengisi khotbah jum'at di masjid komplek yang letaknya di belakang rumah. Selain itu kadang beliau juga di daulat untuk menjadi imam di masjid tersebut. Jadi bisa dibilang keluarga kami ini merupakan keluarga yang sangat religius. Bukan bermaksud membanggakan keluarga, tapi warga sekitar yang memberi julukan tersebut pada keluarga kami.

Sekolahku cukup jauh juga letaknya dari rumah, ada sekitar 15km-an.. Jadi kalau jalan kaki ya pasti capek, untungnya aku nggak jalan kaki kalau ke sekolah, ada ayahku yang slalu mengantar dan menjemputku. Suatu pagi saat mengantarkan aku ke sekolah ayah pernah bilang kalau pekerjaan ayah sebenarnya adalah "Ternak Teri", sempet bingung juga waktu itu mendengar pernyataan ayah, apa dia ganti profesi jadi peternak??? eh ternyata maksudnya Ternak Teri itu nganter anak nganter istri, wkwkw kontan aku dan ayah tertawa terbahak-bahak di dalam mobil, bisa saja ne ayah, dia emang orangnya humoris, ini yang membuatku nyaman jika curhat dengan beliau. Kehidupanku sangatlah bahagia, ayah begitu memanjakan aku, begitu pula ibuku, selalu menuruti apapun yang aku mau, mungkin karena aku anak satu-satunya, jadi mereka sayang banget sama aku.

Setiap hari sabtu ayah dan ibu pergi ke luar kota untuk mengontrol perusahaan yang ada di sana. Sebetulnya aku pengen ikut, tapi tidak diperbolehkan, mereka bilang sekolah lebih penting. Ya udah di rumah deh. Aku di rumah nggak sendirian, karena ada pak Tarjo dan mbok Darmi. Mbok Darmi bertugas mencuci, masak, dan bersih-bersih rumah, pokoknya urusan rumah tangga. Sedang pak Tarjo adalah sopir dan pengurus taman kami. Hari sabtu ini Mbok Darmi ijin pulang dulu karena dia dapat kabar kalau anaknya sakit. Untung Pak Tarjo nggak ngantar ayah dan ibu pergi, jadi aku di rumah berdua ama Pak Tarjo.

Pak tarjo memiliki tubuh yang tinggi, kalau aku taksir sih sekitar 170cm-an, berbadan kekar dan kelihatan masih segar bugar meski usianya sudah kepala 5. Mungkin itu yang membuat dia bisa mempunyai 2 istri. Sabtu malam ini agak berbeda, bukan cuma cuaca yang membuatku gerah berada di ruang tv bersama pak Tarjo, tapi karena Mbok Darmi tidak membuatkan makan malam sebelum meninggalkan rumah tadi. Tak ayal kami semua merasa lapar. Lantas aku segera menelpon ibu untuk menanyakan letak warung soto yang kemarin dia bungkuskan sotonya buat aku. Ternyata warung tersebut cukup jauh juga dari rumah, dan aku pun meminta tolong pak Tarjo untuk mengantarku ke sana. Cukup lama juga Pak Tarjo diam berfikir, bukan karena tak tau jalan ke sana tapi karena motor yang akan dipakai ke sana tidak ada lampunya, sedang katanya jalan ke sana juga jelek. Ah masa bodo pikirku, orang udah lapar juga, aku pun memaksa pak Tarjo untuk ke sana, akhirnya dia mau meski sudah banyak memperingatkanku.

Perjalanan ke sana ternyata emang sangat menyakitkan, karena jalannya bertul-betul parah. Tapi tak apa, demi soto yang enak itu. Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya sampai juga di sana, aku pun bersyukur karena tidak terjadi apa-apa baik pada motor, aku dan pak Tarjo. Tapi di warung itu ternyata rame banget, penuh sekali pengunjungnya. Namun tekadku sudah bulat untuk tetap beli di warung tersebut.

Dan akhirnya setelah sekitar satu jam menunggu, soto pesanan kami sudah jadi, aku tidak makan di sana, tapi membawanya pulang untuk disantap di rumah. Dalam perjalanan pulang aku agak sedikit takut dan khawatir karena jalannya yang gelap serta jelek dan berbatu. Dan yang aku khawatirkan pun terjadi, pak Tarjo entah lupa atau tidak tahu kalau di jalan tikungan yang ada pohonnya itu ada lubang yang cukup gede, dan kami pun terperosok. Pak Tarjo terlempar ke depan, sedangkan aku tertindih motor di lubang, sialnya knalpot motor yang panas itu tepat berada di atas kakiku dan sayur soto yang masih panas itu juga tumpah di tangan dan sebagian kena muka. Kontan aku menjerit merasakan panas dan sakit tertindih motor. Selanjutnya aku tidak ingat apa-apa lagi. Karena waktu aku bangun aku sudah ada di rumah sakit ditemani ayah, ibu dan pak Tarjo yang tampak sedikit diperban tangannya.

Kata dokter sih tulang di kakiku ada yang retak, tapi tidak terlalu serius juga. Sedang tangan dan wajahku menderita luka bakar yang cukup serius. Tapi lagi-lagi dokter memberiku angin segar karena luka bakar itu bisa dia sembuhkan total, dan bekasnya pun akan hilang meski harga obatnya sangatlah mahal, namun orang tuaku tidak mempermasalahkan hal itu, yang penting aku bisa sembuh total. Huft,,,,,sungguh cerita yang sangat panas, tersiram sayur soto, dan terkena knalpot motor. Dan bisa dikata cerita dewasa, karena pelakunya sudah pada dewasa, selain itu kalau anak kecil yang terkena knalpot dan tersiram sayur panas pasti nangis kenceng banget. Cerita panasku dengan Pak Tarjo ini tak akan kulupa sampai kapanpun. Dan merupakan pengalaman yang sangat luar biasa sekali agar aku lebih berhati-hati dalam bertindak dan tidak gegabah.

Minggu, 27 Juli 2014

download video bokep tube












Kamis, 26 Juni 2014

Mencoba